Ketika “Urgensi” Bikin Kita Amnesia Logika

Written by: Habib Ardian Hidayat (240303100)

Pernah nggak kamu dapet SMS atau chat yang isinya: “Akun Anda diblokir! Klik link ini dalam 10 menit atau saldo Anda hangus!”? Seketika itu juga, dada rasanya sesak dan jempol rasanya gatal banget ingin langsung nge-klik. Pola ini namanya Artificial Urgensi alias kepanikan buatan. Scammer sengaja banget masang bom waktu palsu supaya kita nggak punya waktu buat mikir jernih. Sayangnya, banyak dari kita yang langsung kalah sebelum berperang karena emosi duluan yang pegang kendali.

Kalau dibedah lewat Heuristic-Systematic Model (HSM), scammer di sini lagi berusaha menyumbat jalur berpikir sistematik kita menggunakan taktik tekanan waktu. Otak kita dipaksa mengambil shortcut kognitif (jalur heuristik) karena merasa ada ancaman yang harus diselesaikan detik itu juga. Secara psikologis, scammer sedang menggeser Locus of Control kita menjadi eksternal, di mana kita merasa tidak berdaya dan dikendalikan penuh oleh situasi darurat buatan tersebut. Dalam ranah bimbingan konseling, situasi panik ini bikin kontrol diri kita lumpuh sementara, sehingga kita melakukan tindakan impulsif tanpa mempertimbangkan risiko jangka panjangnya.

Di dalam bimbingan konseling Islam (BKI), fenomena ini erat kaitannya dengan sifat al-ajalah (tergesa-gesa), yang mana sifat ini merupakan celah terbesar bagi manipulasi digital. Islam justru mendidik kita untuk selalu menerapkan prinsip An-Anat (berhati-hati dan tenang). Secara teknik BK, kita bisa menerapkan Cognitive Restructuring (restrukturisasi kognitif), yaitu teknik untuk mengubah pikiran otomatis yang panik (“Waduh, saya harus klik sekarang!”) menjadi pikiran yang lebih rasional (“Tunggu, ini pasti taktik scammer, saya aman kalau saya tenang”). Menunda tindakan selama beberapa menit saat menerima pesan darurat adalah langkah awal psikologis yang sangat krusial untuk mengembalikan fungsi logika kita.

Nah, langkah teknis dari para ahli IT siber juga sangat mendukung hal ini. Ketika kamu mendapati pesan darurat, otoritas siber selalu menyarankan untuk melakukan cross-check ke kanal resmi perusahaan terkait, bukan lewat nomor asing yang menghubungi kamu. Secara teknis, kamu bisa memanfaatkan fitur Two-Factor Authentication (2FA) sebagai “rem fisik” sistem digitalmu, serta langsung memblokir nomor tersebut dan melaporkannya ke portal resmi seperti AduanNomor.id. Jadi, kalau minggu ini kamu dapet pesan yang menyuruhmu buru-buru, tarik napas dulu, matikan kepanikanmu, dan aktifkan kembali mode berpikir sistematikmu sebelum jarimu membawa penyesalan!

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *