Mengenali Batas FOMO yang Sehat dan Tidak Sehat

Di media sosial, FOMO sering dianggap sebagai sesuatu yang selalu berdampak negatif. Padahal, dalam kondisi tertentu FOMO juga dapat memberikan dampak positif. FOMO yang sehat biasanya muncul sebagai rasa ingin tahu terhadap informasi atau tren yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri. Misalnya, ketika seseorang tertarik mempelajari keterampilan baru setelah melihat remaja lain membagikan proses belajar atau usahanya di media sosial.

Namun, FOMO dapat menjadi tidak sehat ketika seseorang merasa tertekan untuk selalu mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Dalam kondisi ini, keputusan yang diambil sering kali bukan berdasarkan kebutuhan atau manfaat, melainkan karena takut dianggap tertinggal. Contohnya, seseorang ingin membeli barang yang sedang viral meskipun barang yang dimilikinya masih berfungsi dengan baik dan sebenarnya tidak membutuhkan penggantinya.

Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memahami alasan di balik keinginan mereka mengikuti suatu tren. Sebelum mengikuti sesuatu yang sedang populer, seseorang dapat bertanya pada dirinya sendiri apakah keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan dan manfaat atau hanya karena takut tertinggal. Kesadaran seperti ini dapat membantu remaja membedakan antara FOMO yang masih sehat dan FOMO yang sudah mengarah pada perilaku yang kurang bijak.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *